Seorang WBP Lapas Kediri saat berada di perpustakaan. Foto: Ist
“Kami ingin para WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) tidak hanya memiliki tempat membaca, tapi juga akses pada bacaan yang berkualitas dan relevan,” imbuhnya
Jika proses pendaftaran ini disetujui oleh Perpustakaan Nasional, Lapas Kediri akan menjadi satu-satunya lembaga pemasyarakatan di Indonesia yang memiliki perpustakaan nasional aktif di dalam lingkungan pemasyarakatan.
"Ini bukan sekadar fasilitas, melainkan bagian dari transformasi sistem pembinaan menuju arah yang lebih edukatif dan berkelanjutan," kata Solichin.
Dengan terobosan ini, Lapas Kediri kembali membuktikan komitmennya dalam mengubah stigma lapas menjadi ruang tumbuh harapan.
"Perpustakaan Tunas Harapan Bangsa bukan hanya simbol literasi, tapi juga simbol perubahan dan kemajuan di balik jeruji," ucap Solichin. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




