Pemuka agama Hindu Ida Pandita Agung Putra Nata Siliwangi Manuaba dari Bali saat memimpin upacara penyucian Arca Ganesha di Situs Ndalem Pojok. Foto: Ist.
Usai prosesi upacara penyucian Arca Ganesha, Resi Ida Pandita Agung Putra Nata Siliwangi Manuaba bersama rombongan meninjau Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara yang berada tak jauh dari Situs Persada Sukarno Ndalem Pojok.
Pesantren ini mengajarkan kebangsaan seperti Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Proklamasi, Bhinneka Tunggal Ika, Garuda Pancasila, Sumpah Pemuda, serta ajaran-ajaran Bung Karno dengan dengan tujuan pokok untuk menumbuhkembangkan kesadaran berbangsa dan kesadaran bernegara.
Ketua Harian Situs Persada Sukarno Ndalem Pojok Kediri, Kushartono, menyambut baik upacara untuk Ganesha ini.
"Beliau hadir didampingi oleh keluarga dan rombongan dari Bali. Usai upacara, sang Resi sempat menyampaikan pentingnya melahirkan kembali jiwa-jiwa Ganesha, dan menurut beliau jiwa-jiwa Soekarno adalah Ganesha. Ini adalah sebuah harapan yang baik, karena saat ini kita melihat ilmu dan akhlak belum seimbang, kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional, bahkan kecerdasan spiritual masih terpisah-pisah," ujar Kushartono dalam keterangan tertulis yang diterima BANGSAONLINE.com, Minggu (29/6/2025).
Menurut pria yang juga Ketua Departemen Pendidikan PCTA Indonesia ini, Arca Ganesha adalah lambang ilmu yang sempurna.
"Yaitu lambang ilmu lahir dan ilmu batin. Ilmu yang menyatu antara cipta, rasa dan karsa. Selaras antara hati, ucapan dan tindakan. Nah, kalau semua ilmu berjalan dengan yang baik, maka akan hadir Indonesia yang adil dan makmur. Inilah yang dimaksud 'bangunlah jiwanya, bangunlah badannya', dalam lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Untuk itu semoga upacara penyucian Arca Ganesha ini membawa manfaat dan kesadaran," pungkas Kushartono. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




