Lila Yuwana memperlihatkan Electric Wheelbarrow di Galeri Riset dan Inovasi Teknologi (GRIT) ITS sebagai solusi angkut TBS yang efisien dan ramah lingkungan. (Ist)
Ia mengungkapkan bahwa inovasi ini dirancang untuk mengatasi ketergantungan terhadap egrek (alat yang digunakan dalam pemanenan kelapa sawit) impor serta meningkatkan efisiensi panen.
Menjawab tantangan pengangkutan tandan buah segar (TBS), ITS juga menghadirkan Electric Wheelbarrow, yakni gerobak angkut listrik yang dikembangkan oleh tim yang diketuai Lila Yuwana dari Departemen Fisika. Dengan sistem dua roda depan dan differential axle, alat ini mampu bermanuver di lahan sempit dan menanjak tanpa membebani tenaga petani.
“Gerobak ini juga dapat di-charge menggunakan solar panel dan memiliki jarak tempuh hingga 10 kilometer per pengisian,” katanya.
Ketiga inovasi tersebut telah diuji coba langsung di daerah Kalimantan Selatan dan Surabaya. Hasilnya, para petani merespons positif berkat efisiensi kerja sehingga mampu mengurangi kelelahan fisik. Produk-produk tersebut saat ini tengah disiapkan untuk proses komersialisasi melalui Asosiasi Inventor Indonesia (AII) setelah masa riset berakhir pada 2025.
Kolaborasi antara ITS dan BPDPKS menjadi wujud nyata bagaimana riset akademik dapat menjawab tantangan nasional. Dengan terus mendorong hilirisasi inovasi, ITS berharap mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung sektor sawit yang lebih berkelanjutan, efisien, dan mandiri. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




