Pertemuan penguatan forum kemitraan pencegahan dan penanggulangan ATM di Kota Kediri. Foto: Ist
Untuk mengatasi hal tersebut, Fajri menegaskan pentingnya strategi berbasis komunitas dan jejaring kerja dengan kader kesehatan guna memperkuat edukasi serta sosialisasi. Ia juga mendorong perluasan layanan PDP di puskesmas agar ODHIV dapat segera mengakses ARV, serta mengusulkan pelatihan tata laksana HIV dan IMS secara komprehensif bagi tenaga kesehatan yang belum memiliki kompetensi di bidang tersebut.
"Secara masif kita juga akan memberikan edukasi dan sosialisasi untuk mencegah HIV/AIDS dengan mengampanyekan hubungan yang sehat serta mempromosikan pencegahan dan pengobatan ATM," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Asosiasi Dinas Kesehatan, Rahayu Kusdarini, menyampaikan bahwa pihaknya mendapatkan amanat dari Kementerian Kesehatan dan Kemendagri untuk melakukan pendampingan terhadap 248 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Kota Kediri, dalam upaya penuntasan AIDS, TBC, dan malaria hingga Tahun 2030.
"Kita dorong dan fasilitasi daerah untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan yang ada. Tentu para peserta yang hadir bisa berkontribusi menyampaikan pemikiran dan menyusun langkah strategis sesuai dengan tugas masing-masing," katanya.
Pertemuan ini telah berlangsung sejak hari Senin lalu dan melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan rumah sakit, OPD terkait, kecamatan, kelurahan, puskesmas, perbankan, serta pimpinan organisasi keagamaan.
Diharapkan, melalui kerja sama lintas sektor, eliminasi ATM di Kota Kediri dapat terwujud sesuai target nasional pada 2030. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




