Tim dari BPK Wilayah XI saat melakukan kegiatan pembersihan di kawasan Goa Selomangleng. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
"Vandalisme ini baru terlihat setelah jelaganya dibersihkan. Jadi kami bekerja dua kali lipat," tambahnya.
Untuk pembersihan bagian luar goa yang ditumbuhi lumut, alga, dan lichen, digunakan metode dan bahan pembersih khusus yang disesuaikan dari hasil kajian konservasi.
Ira mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang merusak situs bersejarah ini, termasuk membakar dupa terlalu dekat dengan relief, mencoret dinding, atau mengambil benda di dalam goa.
"Mari kita jaga bersama. Goa Selomangleng ini adalah warisan budaya yang tak tergantikan," pesan Ira.
Sekadar informasi, Goa Selomangleng sudah ada sejak abad ke 10 Masehi dan diyakini sebagai tempat pertapaan Dewi Kilisuci, Putri Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan.
Goa ini berada di kaki Gunung Klotok, tepatnya di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri atau di wilayah Kota Kediri bagian barat. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




