Jajaran Direksi dan Karyawan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
Menurutnya, kegiatan ini melibatkan sejumlah program utama yang mencakup edukasi bagi masyarakat umum dan pelatihan bagi tenaga medis. Seminar awam ortopedi dan traumatologi diikuti oleh 180 lansia dan 20 guru olahraga, dengan materi seputar osteoartritis, osteoporosis, dan pencegahan cedera olahraga.
Sementara itu, seminar untuk tenaga kesehatan diikuti oleh 30 dokter dan 70 perawat dari berbagai fasilitas kesehatan di Sumenep, membahas tata laksana cedera ekstremitas atas dan bawah, penanganan fraktur, amputasi traumatik, serta kegawatdaruratan ortopedi tulang belakang.
Para peserta juga dibekali dengan keterampilan langsung seperti teknik splinting, bandaging, imobilisasi tulang belakang, serta penanganan cedera olahraga di layanan primer.
Ketua Umum IOA, Prof. Ismail Hadisoebroto Dilogo, Sp.OT(K), menyebut kegiatan ini merupakan wujud komitmen organisasi untuk mendekatkan layanan ortopedi ke masyarakat daerah.
"Kami berharap masyarakat Sumenep dan sekitarnya mendapatkan manfaat langsung, dan para tenaga kesehatan juga lebih siap menangani kasus-kasus ortopedi di lapangan," terangnya.
Sementara Ketua YOI, dr. Lia Marliana, Sp.OT(K), menegaskan bahwa seluruh dokter ortopedi di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk turut serta dalam peningkatan edukasi dan pelayanan kesehatan masyarakat.
"Dan tentu saja dengan ini kami bersama harus memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk berkontribusi dalam mengedukasi dan pelayanan masyarakat," ungkapnya. (aln/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




