Fahror Rosi warga Dusun Nagasari, Desa Palengaan Laok, Pamekasan, dengan temannya Nur Ubaidillah, warga Surabaya, usai dibegal di kawasan Jalan Kedung Cowek, Surabaya.
Holis menceritakan, bahwa awalnya kedua korban mengendarai sepeda motor Vario dari arah Jembatan Suramadu menuju Surabaya.
Sesampainya di Tambak Wedi, kedua korban ini hendak berhenti untuk sekadar mengisi daya handphone-nya. Namun tiba-tiba 3 pelaku datang dengan 1 kendaraan membawa celurit lalu menghadang korban.
"Tiga pelaku itu memaksa korban untuk turun dari sepeda motornya, dan mengancam ingin membunuh korban dengan celurit yang dipegang. Dengan celuritnya, pelaku melukai 2 korban. Kedua korban yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit, sedangkan motor korban raib dibawa kabur," ujarnya.
Abdul Holis sangat menyayangkan di tengah komitmen Polri untuk memberantas premanisme, rupanya kejadian ini makin menambah angka kriminalitas, kejahatan, perampokan dengan tindak kekerasan, yang masih terjadi di wilayah hukum Polsek Kenjeran Surabaya.
Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Kenjeran, Iptu Radix Pamungkas, mengungkapkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Korban sudah lapor, saat ini masih kami lakukan penyelidikan," ucap Radix singkat. (dim/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




