Ilustrasi. Foto: Ist
"Saya kaget, ternyata dia meninggal. Katanya ada 10 orang temannya. Tujuh di antaranya ditangkap dalam razia, tiga selamat. Mereka semua pakai visa non-haji," kata Asir.
Diketahui, ketiga WNI yang selamat akhirnya ditemukan oleh patroli drone keamanan Saudi. SM dalam keadaan tidak bernyawa saat ditemukan, diduga kuat mengalami dehidrasi parah. Sementara itu, dua rekannya, J dan S, sempat dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya dipulangkan ke Kota Jeddah.
Tragisnya, rombongan SM sempat tertangkap dalam razia aparat keamanan Saudi dan dideportasi ke Jeddah. Namun, SM tetap nekat kembali mencoba masuk ke Mekkah melalui jalur gurun. Upaya tersebut berakhir tragis, setelah ia dan dua rekannya dipaksa turun di tengah gurun oleh sopir taksi gelap yang takut tertangkap patroli keamanan.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah telah berkoordinasi dengan pihak keluarga di Pamekasan dan tengah mempersiapkan proses pemakaman.
Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron, mengimbau agar seluruh WNI tidak tergoda tawaran haji non-prosedural yang tidak hanya berbahaya bagi keselamatan, tetapi juga melanggar hukum Arab Saudi.
"Otoritas Saudi memberlakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas haji ilegal, termasuk penegakan hukum yang tegas," ucapnya. (dim/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




