Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
"Kami terus mengupdate di seluruh Kab/Kota siapa saja yang sudah Musyawarah Desa. Setelah itu berapa yang sudah sosialisasi kemudian sertifikasi. Harapannya, pada peringatan Hari Koperasi 12 Juli nanti, seluruh Desa dan kelurahan di Jatim sudah selesai KPM-nya," paparnya.

Sedangkan untuk Sekolah Rakyat (SR), Gubernur Khofifah meminta kesiapan Kab. Magetan untuk bisa menyiapkan lahan, bangunan, calon murid hingga calon wali murid.
"Di seluruh dunia, cara paling ampuh memutus mata rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan," tuturnya.
Berdasarkan data yang dirilis oleh BPS Jatim, Tingkat Pengangguran Terbuka Magetan tahun 2024 ada di angka 3,28. Lebih rendah dari Jatim di angka 4,19. Kemudian persentase penduduk miskin Magetan sebesar 9,32. Angka tersebut juga lebih rendah dari Jawa Timur sebesar 9,79.
Sementara, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Magetan berada di angka 76,77 yang juga di atas Jatim sebesar 75,35.
"Meski kemiskinan di Magetan sudah dibawah provinsi, tetap harus terus diturunkan dan diturunkan lagi. Sesungguhnya IPM Magetan sudah lebih tinggi dari IPM Jatim dan Nasional," kata Khofifah.
Sementara itu, Bupati Magetan periode 2025-2030, Nanik Endang R menyampaikan visi dan misi yang diusungnya bagi daerah yang dipimpin. Dikemas dalam Sapta Karsa, ia menyatakan optimismenya untuk membawa Magetan menjadi lebih Nyaman, Maju, Berkelanjutan, dan Sejahtera. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




