Ketua Satgas Yuridis Kantor Pertanahan Gresik, Wasono Gigih Lanang Sejati saat rapat koordinasi dengan seluruh tim teknis lapangan. FOTO: ist.
Untuk itu, kata Wasono, Kantor Pertanahan Gresik lakukan persiapan pemberangkatan tim lapangan ke Pulau Bawean.
Di daerah ini potensi tanah wakaf tinggi namun masih minim legalitas akibat keterbatasan akses.
"Saya menekankan pentingnya kesiapan logistik, dukungan perangkat kerja, serta koordinasi intensif dengan pemangku wilayah setempat," katanya.
"Penanganan di Bawean harus fleksibel namun terukur. Kita ingin menjamin bahwa tidak ada satu pun aset wakaf umat yang terlewat hanya karena tantangan geografis,”imbuhnya.
Dalam rapat tambah Wasono, juga menyepakati penguatan sistem monitoring berbasis data untuk memastikan transparansi dan pantauan progres di setiap titik lokasi.
"Ke depan, koordinasi serupa akan digelar secara periodik sebagai bentuk konsistensi dan komitmen dalam mengawal program strategis nasional ini," terangnya.
"Satgas Percepatan Wakaf Gresik optimistis, dengan sinergi dan strategi yang tepat, percepatan legalisasi tanah wakaf akan semakin optimal dan berdampak nyata bagi masyarakat," pungkasnya. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




