Ratusan massa demonstran saat menggelar aksi bakar keranda di Jrengik mendesak Pilkades serentak di Sampang segera digelar. Foto: MUTAMMIM/ BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Ratusan massa menggelar demonstrasi di depan kantor Kecamatan Jrengik sambil memblokade jalan nasional dan membakar keranda mayat bertuliskan 'innalillahi telah wafat demokrasi', Kamis (15/5/2025).
Massa mendesak Bupati Sampang, Slamet Junaidi, agar segera menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak.
BACA JUGA:
- Lepas 618 CJH ke Tanah Suci, Bupati Sampang Titip Doa untuk Daerah
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi
- Konflik Timur Tengah Masih Panas, Disnaker Sampang Sebut Pengiriman Pekerja Migran Tetap Berjalan
Aksi ini merupakan simbol protes atas penundaan pelaksanaan Pilkades yang dinilai telah merugikan masyarakat desa.
Koordinator lapangan aksi, Rofi, menyerukan penundaan Pilkades telah merugikan pembangunan desa dan mencederai demokrasi di tingkat lokal.
Dalam orasinya, Rofi menilai keputusan Bupati Sampang untuk menunda Pilkades hingga tahun 2025 terlalu dipaksakan.
Menurutnya, kebijakan tersebut bertentangan dengan Surat Edaran Kemendagri tertanggal 9 Agustus 2021 yang hanya mengamanatkan penundaan tahapan Pilkades selama dua bulan.
"Namun faktanya, Pemkab Sampang memaksakan diri menunda Pilkades hingga 2025. Ini bukan lagi soal pandemi, tapi sudah sarat kepentingan tertentu," tegas Rofi, Kamis (15/5/2025).

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




