Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Foto: Antara
Dua putranya meengikuti jejak karir Pak Try. Yaitu memilih karir di TNI dan kepolisian.
Putra tertuanya, Firman Santyabudi bahkan sempat menempati posisi strategis dan pangkat yang tinggi yaitu Irjen.
Kini sudah pensiun. Dilansir Sindo.com, Irjen Pol (Purn) Firman Santyabudi adalah purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) Polri. Sebelum pensiun dari Korps Bhayangkara, ia sempat menjabat Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri (2021-2023). Ia juga sempat menjabat Kapolda Jambi (2020).
Putra kedua Pak Try, yaitu Kunto Arief Wibowo, kini berpangkat Letjen (TNI). Letjen TNI Kunto Arief Wibowo salah satu Pati TNI Angkatan Darat. Saat ini, ia menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I.
Kunto Arief juga pernah menjabat Danrem 044/Garuda Dempo (2016-2018), Danrem 032/Wirabraja (2018-2020), Kasdam III/Siliwangi (2020-2021), dan Pangdivif 3/Kostrad (2021-2022).
Kunto Atief juga pernah menjadi Pangdam III/Siliwangi periode 2022-2023. Pada Juli 2023, Kunto digeser menjadi Wakil Komandan Kodiklatad menggantikan Candra Wijaya. Pada awal tahun 2025 lalu, ia mendapat kepercayaan sebagai Pangkogabwilhan I menggantikan Laksdya Rachmad Jayadi.
Ia pun menyandang bintang 3 alias berpangkat Letjen TNI.
BERPERAN PENTING DALAM PEMBANGUNAN MASJID AL AKBAR SURABAYA
Selain Walikota Cak Narto, Pak Try sangat berperan penting dalam pembangunan Masjid Al-Akbar Surabaya. Masjid kebanggaan warga Surabaya dan Jawa Timur itu memang dibangun saat Pak Try menjabat Wakil Presiden. Bahkan Pak Try inilah yang meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Al-Akbar pada 4 Agustus 1995.
Sedangkan peresmiannya dlakukan oleh Presiden RI KH Abdurrahman Wahhid (Gus Dur). Gus Dur meresmikan Masjid Al-Akbar pada 10 November 2000.
Masjid Nasional Al Akbar memiliki menara setinggi 99 meter (lambang 99 Asmaul Husna).
Masjid Al-Akbar berdiri di atas lahan seluas 11,2 hektar dengan luas bangunan 28.902 m². Masjid yang disebut-sebut sebagai masjid terbesar kedua setelah Masjid Istiqlal Jakarta itu mampu menampung jemaah 30.000 hingga 36.0000 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




