Soal Tarif Impor Amerika, Peneliti ITS Sebut TKDN sebagai Kemandirian Ekonomi

Soal Tarif Impor Amerika, Peneliti ITS Sebut TKDN sebagai Kemandirian Ekonomi Ketua Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik (PIKP) ITS, Arman Hakim Nasution, menjelaskan tentang paparannya di Board of Expertise PP IKA ITS. (Ist)

“Jangan ikuti gendang . Mengurangi ketergantungan pada barang impor menjadi krusial agar martabat bangsa tidak tergadaikan,” tegasnya merujuk ketergantungan 90 persen bahan baku farmasi dari impor.

Dewan Pakar ICSB Asia Chapter itu mengusulkan sejumlah solusi mitigasi, antara lain meningkatkan impor pangan seperti gandum dan kedelai melalui skema pemerintah untuk pemerintah, menegakkan regulasi anti-dumping yakni mengenakan bea masuk untuk barang dumping atau barang yang dijual ke luar negeri dengan harga yang lebih murah.

Arman juga mendorong relaksasi kebijakan seperti Dana Hasil Ekspor (DHE) untuk Freeport dan impor etanol, sambil memperkuat yang transparan.

“Sehingga nantinya dapat menjadi strategi Indonesia dalam menghadapi tarif resiprokal 32 persen dari ,” imbuh Arman.

Ia optimistis, dengan pendekatan yang tepat, Indonesia dapat menghadapi tantangan global sembari memperkuat kemandirian ekonomi.

“Dengan kreativitas dan kerja sama dalam konteks Indonesia Incorporated, tidak ada masalah yang sulit, asal martabat bangsa ditegakkan," pungkas Dewan Pakar PP IKA ITS tersebut. (msn)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO