Sampah Numpuk di Kampung-Kampung di Surabaya, Belajar Kebersihan dari Maroko dan Singapura

Sampah Numpuk di Kampung-Kampung di Surabaya, Belajar Kebersihan dari Maroko dan Singapura Sampah menumpuk di depan rumah salah satu warga Jalan Kedung Soroko Surabaya. Foto: bangsaonline

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Meski berulang kali berganti wali kota ternyata problem di kota hingga sekarang belum teratasi dengan baik. Di kampung-kampung berserakan. Apalagi setelah Lebaran. Konsekuensinnya, bukan saja mengganggu pemandangan tapi juga mengotori lingkungan. Bahkan rawan menimbulkan penyakit.

Karuan saja warga Kota mengeluh. “Sampah di depan rumah itu sudah berapa hari nggak diangkut oleh tukangg . Padahal iuran untuk diminta langsung dua bulan oleh Pak RT. Katanya untuk THR tukang . Tapi petugas nya kok malah nggak ada sehigga di depan rumah menumpuk,” kata seorang ibu di Jalan Kedung Sroko , Ahad (6/4/2025) pagi.

Saya mencoba mencoba mencoba mengamati rumah di kampung di kawasan Fakultas Kedokteran Unair tersebut. Ternyata memang banyak menumpuk dan tak terangkut. Bahkan sudah berhar-hari.

Tentu ini problem serius. Seharusnya Pemkot peka terhadap masalah kebersihan dan lingkungan di kampung. Apalagi di Kota bukan hanya yang membuat warga tidak nyaman. Masalah sungai juga kurang mendapat perhatian dari Pemkot. Banyak sungai yang kotor di Kota .

Untung warga kampung kadang gotong royong untuk membersihkan sungai. Tapi mereka kan gak bisa rutin, jika tanpa motivasi dari Pemkot. Apalagi ketua RT dan RW kadang tidak punya kepedulian terhadap kebersihan kampungnya.

M. Mas'ud Adnan di depan benteng Kasbah de Oudaias Kota Rabat Maroko. Foto: bangsaonline.

Saya masih ingat dulu sempat dijuluki sebagai kota metropolit. Bahkan ada tokoh agama yang mengatakan bahwa Kota sama dengan Singapura. Sama-sama maju. Sama-sama bersih.

Saya tertawa. Mungkin dia belum pernah ke Singapura sehingga ngomong seperti itu. Sepengetahuan saya beberapa kali ke Singapura kebersihan di negara berlambang singat itu sangat terjamin. Bahkan di jalan raya tak da genangan air.

Jadi, jalan raya di Singapura sangat mulus, tak ada lubang. Bahkan di sana ada petugas yang secara mendeteksi atau memplototi lubang di jalan raya. Saya pernah menginap di apertemen orang Bawean yang kerja di Singapura. Saya tanya kerja apa. Dia jawab tiap hari bersepeda onthel atau sepeda pancal menyusuri jalan raya untuk mencari lubang di jalan raya. Kalau dia menemukan lubang di jalan raya dia langsung lapor ke atasannya dan seketika itu juga diperbaiki.

(Jalan raya di Maroko tampak sangat bersih dan lancar. Ini foto di jalan raya sekitar benteng Kasbah des Oudaias Kota Rabat Maroko. Foto: M Mas'ud Adnan/bangsaonline.com)

Kalau di , mohon maaf, lubang di jalan raya itu gak perlu dicari. Hampir semua jalan raya banyak lubangnya.

Saya juga pernah ke Maroko. Kota-kota di sana sangat bersih dan indah. Di Maroko tak boleh lebih dari tiga jam berada di depan rumah.

Tak aneh, jika semua penjuru kota di Maroko sedap dipandang. Mulai dari airport hingga ke kota-kota di Maroko terlihat pemandangan sangat bersih dan indah. Tak ada ngendon berhari-hari seperti di kota .

Saya berharap Wali Kota , Pak Eri Cahyadi lebih detail lagi dalam memimpin Kota Pahlawan ini. Yang perlu diingat, Pak Eri Cahyadi tinggal lima tahun mimpin Kota .

Idealnya seorang wali kota atau kepala daerah punya legacy yang monumental sehingga kelak tetap dikenang oleh warga . (M.Mas'ud Adnan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Angkot Terbakar di Jalan Panjang Jiwo, Sopir Luka Ringan':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO