Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA.
“Caranya kita nanti mengefektifkan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Mojokerto, tentu oleh personel-personel yang punya kesiapan untuk menghilangkan kemiskinan. Baznas itu yang paling tepat sasaran apabila digunakan untuk menghilangkan kemiskinan. Karena 8 golongan penerima zakat itu yang paling utama adalah para fakir dan miskin. Sehingga tidak boleh ada orang meninggal di Mojokerto karena tidak bisa makan. Tidak boleh ada itu,” paparnya.
Di bidang kesehatan, lanjut Kiai Asep, Pemkab Mojokerto akan mengaktifkan lagi 99 ribu kepesertaan BPJS Kesehatan yang sebelumnya sempat tidak aktif di pemerintahan sebelumnya.
“Oleh karena itu, yang pertama kali ditangani sekarang ini BPJS Kesehatan, kurang lebih 99 ribu itu yang kemarin di non aktifkan pemerintahan yang lama, sekarang dihidupkan semua oleh pemerintahan yang baru. Sehingga mereka bisa berobat dengan hanya menunjukkan KTP saja,” tegasnya.
Selain itu, lanjut Kiai Asep, pemerintahan Gus Barra akan menaikkan gaji guru TPQ. Dari yang semula Rp500 ribu menjadi Rp1.200.000.
“Peningkatannya 100 persen lebih. Kita akan mengupayakan hilangnya angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto,” katanya.
Ikhtiar menghilangkan angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto nantinya juga melalui program bedah rumah tidak layak huni.
“Insya Allah, kita dalam 2 tahun ini akan menghilangkan rumah tidak layak huni di Kabupaten Mojokerto, baik dibedah atau direnovasi. Tapi jika di tahun pertama masih belum sempurna, mohon dipahami, kita akan upayakan semaksimal mungkin. Karena kita berurusan dengan APBD. Saya juga sangat prihatin mengenai pendidikan di SMA maupun SMK, para orang tua siswa masih harus membayar di lembaga pendidikan itu, tidak benar itu, karena SMA dan SMK sudah meneriman anggaran BOS dan BOSDA, harusnya gratis," pungkas Kiai Asep. (ris/msn)
Teks foto: Kiai Asep saat menggelar konferensi pers.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




