Ilustrasi Cindaku.
Masalahnya, setiap kali dirinya lengah atau tergoda berbuat jahat, kutukan itu malah makin kuat.
Ending yang Tragis
Dalam salah satu versi cerita, Datuk Gindo akhirnya berhasil menebus dosanya. Setelah bertahun-tahun menjaga hutan dan menolong masyarakat, ia menghilang di tengah hutan lebat. Ada yang bilang rohnya diterima oleh para penjaga alam, membebaskannya dari kutukan.
Tapi versi lain lebih tragis. Dikatakan, Datuk Gindo gagal melawan kutukan. Ia makin larut dalam wujud harimau dan akhirnya hilang, hidup selamanya sebagai makhluk buas yang hanya muncul saat malam tiba.
Masih Jadi Misteri
Konon, hingga kini, masih ada suara auman misterius dari dalam hutan. Katanya itu suara Cindaku yang masih terjebak di antara dunia manusia dan alam gaib.
Cerita tentang Cindaku selalu bikin orang bertanya-tanya: Apakah dia monster jahat atau penjaga yang disalahpahami?
Dia memang menakutkan, tapi tujuan utamanya adalah melindungi hutan dan menjaga keseimbangan alam. Kalau dipikir-pikir, Cindaku justru jadi pahlawan yang dihukum karena dosa masa lalunya.
Hikmah yang Dapat Dipetik

Dari kisah Cindaku, ada banyak pelajaran yang bisa diambil:
- Jangan serakah dan merusak alam, karena alam punya caranya sendiri untuk membalas.
- Penyesalan selalu datang terlambat. Kadang, satu kesalahan bisa menghantui seumur hidup.
- Kebaikan butuh perjuangan. Cindaku harus berbuat baik tanpa pamrih untuk bisa bebas dari kutukannya.
Dan yang paling penting, jangan pernah meremehkan legenda lokal. Karena siapa tahu, kisah seperti Cindaku bukan sekadar cerita, tapi peringatan agar manusia selalu menjaga hubungan dengan alam.
Jadi, menurut kalian, Cindaku itu sosok yang menakutkan atau justru pahlawan yang dihukum karena kesalahannya? Atau jangan-jangan, Cindaku masih ada di hutan-hutan Sumatra, mengawasi dan menjaga dari kejauhan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




