Lagi, PP Amanatul Ummah Raih Penghargaan, 5 Kali Berturut-Turut Sejak 2021

Lagi, PP Amanatul Ummah Raih Penghargaan,  5 Kali Berturut-Turut Sejak 2021 Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, memegang sertifikat penghargaan The Most Boarding Islamic School in Education Quality Exellence of the Year di kediamannya di Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Jumat (21/3/2025). Foto: MMA/bangsaonline

“Sekarang, santri yang diterima di SNBP sebanyak 290 siswa. Ada peningkatan. Nanti akan diperbanyak di UTBK,” ujar Kiai Asep yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).

“Untuk SNBP sekarang yang diterima di Kedokteran saja 34 siswa,” tambah Kiai Asep. “Nanti di UTBK akan lebih banyak,” tambah Kiai Asep.

Putra pahlawan nasional, KH Abdul Chalim, itu berharap santri yang lolos ke PTN tahun ini melebih tahun lalu. “Semoga bisa lebih dari 624 santri,” harap Kiai Asep sembari mengatakan bahwa ia optimistis harapannya itu tercapai.

Prestasi memang luar biasa dalam mengantarkan santrinya menembus PTN. Bahkan sekolah-sekolah SMA negeri favorit kalah jauh dibanding .

“Kalau dibandingkan dengan siswa dari 20 SMA Negeri se-Mojokerto yang diterima di PTN tidak sampai separuhnya ,” kata Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, banyak sekolah menanyakan kok bisa seperti itu? “Jawaban saya, kalau ingin banyak yang diterima di SNBK harus berusaha keras diterima di UTBK. Dan mereka (siswa-siswi) yang diterima di berbagai perguruan tinggi itu harus berkualitas,” ujar Kiai Asep.

Santri , jelas Kiai Asep, banyak diterima di PTN karena sistem.

“Seperti apa sistem itu? Kurikulum telah diselesaikan lebih dini, misalnya selesai dalam 5 semester. Setelah itu dilakukan try out dengan soal-soal yang antisipatif dan serupa dengan UTBK,” tutur Kiai Asep.

Kegunaan try out, tegas Kiai Asep, “Pertama, untuk melakukan remidi secara efektif. Sebab setelah dilakukan try out dilakukan pembahasan tuntas. Misalnya bab 1 A maka bab A itu dilakukan pembahasan tuntas. Maka ini artinya remidi efektif,” jelasnya.

Menurut Kiai Asep, try out itu harus sering dilakukan. Paling tidak, 3 hari sekali. “Sehari try out, dua hari pembahasan. Sebab sudah tidak ada materi karena materinya sudah selesai,” kata kiai gemar bersedekah itu.

Dengan seringya try out itu, menurut Kiai Asep, para siswa akan mengenal jenis-jenis soal sehingga dengan mudah bisa menyelesaikan dan menjawabnya.

“Sehingga dalam UTBK nanti para siswa itu bisa menjawab dalam jumlah maksimal. Misalnya jumlah soalnya sebanyak 50, akan terjawab semua. Sebab kadangkala peserta didik bisa menjawab tapi kecil sekali. Misalnya dari 50 soal yang bisa dijawab hanya 5 soal. Tentu ini kalah dalam kompetisi,” ujarnya (MMA).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO