Foto: Freepik
Al-Hafidh Ibnu Hajar menyatakan bahwa makna yang sebenarnya adalah setan tidak memiliki kebebasan untuk menggoda manusia seperti pada bulan biasa. Hal ini dikarenakan Umat Islam fokus beribadah saat Bulan Ramadhan.
Kesibukan Umat Islam seperti membaca Al-Qur’an, sholat tarawih, berzikir, dan mengamalkan ibadah lainnya pada bulan puasa mengakibatkan pengaruh setan menjadi lebih lemah dari biasanya.
Selain itu, Al-Jazairi memiliki penjelasan yang lain. Ia menyatakan bahwa setan tidak hanya merujuk pada golongan jin akan tetapi, setan dalam bentuk manusia juga dapat mengajak manusia lain untuk melakukan maksiat.
Jadi, meskipun setan telah dibelenggu saat Bulan Ramadhan, bukan berarti Umat Islam akan dijamin untuk terbebas dari dosa.
Umat Islam tetap harus mengendalikan hawa nafsunya selama berpuasa karena itu merupakan tantangan utamanya. (mg1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






