Salah satu anggota tim SWEET saat melakukan proses pengujian air liur pada kertas sensor untuk mendeteksi tingkat glukosa. (Ist)
BANGSAONLINE.com – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas Saliva-based Wellness and Efficient Enzymatic Test for Glucose Monitoring (SWEET). Yakni inovasi yang mampu mendeteksi kadar glukosa non-invasif pada seorang individu dengan menggunakan air liur.
Ketua Tim SWEET, Tazkiya Umama mengungkapkan, inovasi ini merupakan sebuah pengembangan dari alat deteksi glukosa yang semula dilakukan melalui darah. Akan tetapi, metode tersebut dinilai masih kurang efektif dan memiliki beberapa kekurangan.
“Di antaranya invasif, lambat, dan membutuhkan keterampilan yang tinggi,” terang Kiya, Kamis (6/3/2025).
Oleh karena itu, ia dan timnya mulai menggagas SWEET untuk mengatasi berbagai kekurangan tersebut sejak November 2024 lalu. Dalam mengembangkan SWEET, tim mengembangkan alat deteksi melalui dua proses.
“Yakni proses deteksi berdasarkan reaksi dan validasi melalui aplikasi,” kata Kiya.
Mulanya, Kiya dan rekan menyiapkan kertas biosensor yang dilapisi dengan parafin hidrofobik. Menurutnya, parafin hidrofobik ini berperan meningkatkan akurasi dan presisi ketika proses deteksi glukosa. Kertas sensor ini juga dilengkapi dengan berbagai zat berbasis enzim yang akan membantu proses deteksi glukosa ketika air liur dituangkan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




