Ketua FRMJ, Joko Fatah Rochim
"Alih-alih masyarakat mendapat informasi tentang visi dan misi bupati-wakil bupati terpilih, justru yang ramai diberitakan adalah penghadangan wartawan oleh petugas keamanan. Ini mencerminkan bagaimana Ketua DPRD Jombang, Hadi Atmaji, gagal memahami pentingnya transparansi dalam pemerintahan," tegasnya.
Fatah menekankan bahwa tindakan ini menjadi preseden buruk bagi demokrasi dan kebebasan pers di Jombang.
Ia mendesak DPRD Jombang untuk menjamin agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang, demi menjaga keterbukaan informasi dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah wartawan dilarang memasuki gerbang gedung DPRD Jombang saat hendak melakukan peliputan acara serah terima jabatan (sertijab) Bupati dan Wakil Bupati setempat, pada Rabu (05/03/25) kemarin malam.
Terlihat di lokasi, sejumlah wartawan bergerombol termasuk beberapa anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang, hanya berdiri di depan gerbang. Karena tidak diperbolehkan masuk oleh satpam yang berjaga di gedung DPRD.
Alasannya, tidak membawa id card khusus yang diberikan oleh Sekretariat Dewan (Setwan). (aan/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




