Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabshysa) saat menggelar pelatihan kader TBC Komunitas. (Ist)
“Mereka adalah perpanjangan tangan pemerintah untuk membantu upaya pencegahan dan penanganan TBC sehingga harapannya kasus TBC di Indonesia khususnya di Kota Kediri pada Tahun 2030 sudah tereliminasi dan di Tahun 2050 sudah bebas dari TBC,” pungkasnya.
Sementara itu, staf Program dan MEL SR Yabhysa Peduli TBC Provinsi Jawa Timur, Sabrina zata Dini Permadi selaku narasumber mengatakan kegiatan pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas para kader.
“Di setiap wilayah diharapkan ada kader yang bisa melakukan edukasi tentang TBC. Setiap tahun kita lakukan refreshment atau penyegaran untuk kader baik untuk kader baru ataupun yang perlu kita latih ulang,” ujarnya.
Sabrina menambahkan untuk materi yang diberikan saat pelatihan yakni mengenai informasi dasar tentang TBC meliputi pelaksanaan program, alur kegiatan penyuluhan dan cara komunikasi efektif untuk memotivasi pasien dan keluarga.
“Tindak lanjut setelah ini kita akan tetap memberikan asistensi kepada para kader apakah pelaksanaan di programnya sudah berjalan sesuai alur sehingga tujuan akhirnya yakni memberdayakan masyarakat secara mandiri untuk melakukan penanggulangan TBC bisa tercapai,” tandasnya,
Ditemui di sela-sela mengikuti pelatihan, Atik Sulistyaningsih Kader Dermo PKM Mrican mengatakan pelatihan Kader ini banyak memberikan manfaat dan pengetahuan dasar tentang TBC secara lengkap.
Mulai gejala, cara penularan dan pengobatan. Ditambahkannya, banyak pasien yang merasa terkucilkan karena stigma dan ketakutan masyarakat akan tertular penyakit.
“Adanya pelatihan ini kita mendapatkan ilmu mengenai TBC dan kita bisa memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Kami akan melakukan penyuluhan, memberi pendampingan dan support kepada masyarakat serta merubah stigma di masyarakat terkait pasien TBC sehingga para pasien merasa semangat untuk sembuh,” tuturnya. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




