Para tuan guru dan para pejabat dalam acara Haul ke-32 TGH Ibrahim Al-Khalidy, TGH Mustofa Al-Khalidy dan TGH Muhammad Idris Misbah di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat NTB, Sabtu (22/2/2025). Foto: MMA/bangsaonline.
LOMBOK BARAT, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) diundang menyampaikan tabligh akbar pada acara Haul ke-32 TGH Ibrahim Al-Khalidy, TGH Mustofa Al-Khalidy dan TGH Muhammad Idris Misbah, di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (22/2/2025).
TGH Ibrahim Al-Khalidy adalah pendiri Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok NTB. Al-Ishlahuddiny merupakan pondok pesantren tertua dan terbesar di NTB.
BACA JUGA:
- PWNU dan 23 PCNU se-Jawa Barat Dukung Kiai Asep Calon Rais 'Aam PBNU
- Antre Sedekah Kiai Asep, Ratusan Orang Datang Sejak Pukul 3 Malam di Siwalankerto Surabaya
- Ketua Panitia Muktamar NU Harus Adil dan Netral, Bukan Kubu Kiai Miftah, Bukan Kubu Gus Yahya
- Kiai Asep Bertemu Dubes Mesir Bahas Pendidikan, Mesir Siap Kirim 1.000 Guru Bahasa Arab
Kini Pesantren Al-Ishlahuddiny diasuh oleh TGH Mukhlis Ibrahim, putra TGH Ibrahim Al-Khalidy. Informasi yang dihimpun BANGSAONLINE di lokasi haul, Pesantren Al-Ishlahuddiny berdiri pada 1941. Kini santrinya sekitar 3.000 orang.
Menurut Gus Abu Arif, salah seorang alumni Al-Ishlahuddiny, pesantren ini banyak melahirkan ulama atau tuan guru yang kemudian mendirikan pesantren di daerahnya masing-masing. Kini banyak alumninya yang aktif dalam politik, terutama menjadi anggota DPRD di beberapa kabupaten seperti Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat menyampaikan ceramah dalam acara Haul ke-32 TGH Ibrahim Al-Khalidy, TGH Mustofa Al-Khalidy dan TGH Muhammad Idris Misbah di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat NTB, Sabtu (22/2/2025). Foto: bangsaonline
Kehadiran Kiai Asep Saifuddin Chalim disambut antusias dalam acara haul itu. Dalam ceramahnya, Kiai Asep mengungkap pentingnya umat Islam menghadiri haul ulama, tuan guru, kiai atau orang alim dan wali Allah.
“Dalam haul itu ada tadzkirah,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim di depan ribuan warga Nusa Tenggara Barat (NTB) yang hadir dari berbagai kabupaten, terutama Lombok Barat, Sabtu (22/2/2025).
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, acara haul itu dihadiri ribuan wali santri, alumni dan warga dari 8 kabupaten provinsi NTB. Tampak hadir Wakil Bupati Lombok Barat, Hj Nurul Adha, pendiri Pesantren Qamarul Huda Bagu NTB Tuan Guru Turmudzi Badaruddin Bagu NTB, Rais Syuriah Lombok PCNU Tengah TGH Maarif Makmun Dirase, pengurus Pergunu, Forkopimda Provinsi NTB, anggota DPRD dari Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur serta para ulama atau tuan guru dari berbagai pondok pesantren.
Kiai Asep menyitir Hadits yang intinya berbunyi: siapapun yang menghidupkan dan mengungkap keteladanan serta kiprah kebaikan dan perjuangan orang-orang alim – seperti acara haul - maka wajib masuk surganya Allah SWT.
Putra pahlawan nasional, KH Abdul Chalim, itu kemudian mengungkap rahasia para wali Allah yang hidup bahagia dan bermanfaat di dunia.
“Orang bilang hidup ini susah,” kata Kiai Asep.
Padahal – kata Kiai Asep - para wali Allah – termasuk para tuan guru yang sekarang dihauli itu – semasa hidupnya selalu hidup mudah dan bahagia.
“Para wali Allah itu hidup dengan mudah dan bermanfaat,” tegas pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu.

TGH Mukhlis Ibrahim. Foto: MMA/bangsaonline
Menurut Kiai Asep, orang merasa sulit dalam hidup karena tidak memegang kunci gudang kekayaan bumi atau kunci kehidupan. Ia mengutip Hadits yang menyebutkan bahwa saat Nabi Muhammad dalam keadaan antara tidur dan terjaga diletakkan sebuah kunci di tangannya. Yaitu Al Quran dan Hadits.
“Kunci utamanya adalah wamayyattaqillaha yaj’al lahu makharaja wayarzuqhu min haitsu laa yahtasib,” kata Kiai Asep mengutip Al Quran Surat Ath-Thalaq ayat 2 yang popular sebagai ayat 1000 dinar.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




