Ermaya (kiri) dan Syahrul saat sampai di PN Tuban
"Banyak pengalaman berharga yang kami dapatkan, termasuk kebaikan warga yang memberikan kami makanan dan minuman," ucapnya.
Awalnya, perjalanan ini dilakukan oleh empat orang. Namun, dua rekan mereka memutuskan untuk menghentikan perjalanan karena kelelahan.
Sementara itu, Syahrul dan Maya tetap bertekad melanjutkan perjalanan hingga tujuan akhir.
Setelah menyelesaikan nazarnya, Syahrul berencana kembali ke Gresik dengan berjalan kaki. Ia berharap setelah resmi menjadi CPNS, ia bisa ditempatkan di wilayah yang dekat dengan domisilinya.
"Saya berharap bisa ditugaskan di daerah yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya," tambahnya.
Sementara itu, Bayu Ermaya mengatakan, bahwa perjalanan ini bukan hanya sekadar nazar, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tetap berusaha meraih impian tanpa menyerah pada tantangan.
"Saya sudah dua kali mencoba seleksi CPNS. Berkat doa orang tua dan usaha yang sungguh-sungguh, akhirnya saya berhasil diterima di Mahkamah Agung tahun ini," kata mahasiswa lulusan Universitas Brawijaya Malang itu. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




