Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.
Pertama, “fakasyafna ma bih min dlurr”. Problem selesai, dibereskan oleh Tuhan sehingga Nabi Yunus selamat dari untalan ikan paus.
Nabi Yunus A.S. dibawa ke tepi pantai dan dimuntahkan ke daratan dengan selamat dan nyaman. Karena beberapa hari tidak makan, tentu saja badan sangat lemas. Nabi Yunus A.S. hanya tergeletak santai menunggu takdir.
Tuhan, lantas menumbuhkan pohon Yaqtin, sejenis melon di sampingnya. Pohon yang punya kandungan air sangat banyak ini cepat sekali tumbuh dan cepat pula berbuah dengan izin Allah SWT.
Daging dan airnya sangat cepat diserap oleh tubuh sehingga mendukung percepatan pemulihan tenaga. Hasilnya, sang nabi itu segar kembali seperti sedia kala.
Kedua, “wa atainah ahlah”. Keluarganya dikembalikan. Alkisah meriwayatkan, bahwa ketika Nabi Yunus A.S. minggat meninggalkan kaumnya, semua merasa kehilangan, termasuk keluarganya. Tetapi mereka tidak menemukan jejak, bahkan kabar pun tidak, meski sudah viral.
Di tempat baru itu, nabi Yunus A.S. hidup cukup lama meski tidak ada angka berapanya. Sementara keluarga tersayang yang ditinggalkan di negeri asal telah mati semua. Nabi Yunus A.S. kembali berdakwah dan dengan ajaib, keluarganya yang telah mati dihidupkan kembali dan bergabung bersama seperti sedia kala. Waw, nikmatnya. Kok bisa?
Soal seseorang yang telah lama mati, lalu dihidupkan kembali pada kisah kaum terdahulu cukup banyak. Alqur’an al-karim juga mengkisahkan hal itu sebagian. Itu namanya “al-ladzin Matu qabl Ajalihim”, mati sebelum ajal.
Lihat pemuda goa, ashab al-kahf yang mati, tertidur hingga 300 tahun. Nabi Uzair juga demikian, mati selama seratus tahun.
Ribuan orang “uluf hadzar al-maut” zaman bani Israel yang dimatikan, kemudian dihidupkan kembali. Kaum nabi Musa seputar tujuh puluh orang bandel disambar petir dan mati, lalu dihidupkan kembali (al-baqarah: 55-56).
Ketiga, wa mitslahum ma’ahum, dianugerahi kenikmatan dunia yang berlebih, seperti kesehatan, kesabaran, harta melimpah, derajat tinggi, dan kehormatan di masyarakat yang tadinya pudar, kini pulih kembali dan makin top.
Di katakan, pengikut setia nabi Yunus A.S. seputar seratus ribu lebih. “Wa arsalnah ila mi’ah alf aw yazidun” (al-shaffat:147).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




