Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, saat memberi sambutan.

Oleh sebab itu, ia berterima kasih pada penulis buku yaitu Dr H Agus Irawan dan juga H M Mas’ud Adnan yang menuliskan biografi buku ini. Yang akan menjadi referensi bagi generasi Indonesia mendatang tentang kuatnya peran KH M Yusuf Hasyim untuk Indonesia.
“Buku ini ditulis dengan teliti dan detail sekali. Khususnya kapan KH Yusuf Hasyim membantu komunikasi antara Ulama dan pesantren dengan TNI, ABRI bahkan saat dengan TKR. Di sini semua detail dan luar biasa,” tuturnya.
“Termasuk bagaimana sosok KH M Yusuf Hasyim bersama TNI Siliwangi berjuang mengamankan pesantren Gontor dari PKI sehingga alhamdulillah Ponpes Gontor tidak diobrak-abrik oleh PKI dan tumbuh berkembang pesat seperti saat ini,” imbuhnya.
Termasuk bagaimana kiprah KH M Yusuf Hasyim yang menjadi komandan banser pertama. Artinya, dikatakan Khofifah, KH M Yusuf Hakim tidak hanya mengajarkan kekuatan ilmu pada santri tapi juga mengajarkan baris berbaris, dan kedisiplinan sebagqi bagian bela negaram
Begitu juga saat KH M Yusuf Hasyim bergabung dalam Lembaga Pertahanan Republik Indonesia (LPRI). Diketahui hingga wafat KH M Yusuf Hasyim berpangkat Lettu.
“Jadi memang seminar ini adalah salah satu proses yang harus kita lakukan jika ingin melakukan pengajuan gelar pahlawan nasional. Sebenarnya banyak ulama dan kiai kita yang sudah memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan gelar pahlawan. Bukan beliau yang ingin menjadi pahlawan. Tapi bahwa referensi kejuangan di negeri ini sangat banyak dilakukan ulama kita. Kalau kita tidak berikhtiar, sayang sekali,” ucap Khofifah. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




