ICORCS 2025 UAC, Syaikh Mesir Apresiasi Kiai Asep dan Khofifah sebagai Tokoh Perubahan Jatim

ICORCS 2025 UAC, Syaikh Mesir Apresiasi Kiai Asep dan Khofifah sebagai Tokoh Perubahan Jatim Seribu peserta menghadiri International Conference on Research and Community Service (ICORCS) 4th 2025 yang digelar Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto Jawa Timur di Islamic Center Jalan Dukuh Kupang Surabaya, Rabu (29/1/2025) malam. Foto: bangsaonline

Intinya apa yang sering didiskusikan anatara agama dan politik sesungguhnya tidak ada pertentangan keduanya. Sebagaimana lahir dan batin,” ujar Prof Dr Muhanna yang popular sebagai Mahaguru Tasawuf Sunni Al-Azhar Mesir.

“Andaikan ada orang yang meyakini bahwa terjadi perbedaan dua hal ini, agama dan politik, maka sesungguhnya keyakinan ini munculnya dari orang yang bodoh,” tegas pendiri Majelis Sufi Bayt Mohammady Mesir itu. 

Sebab, tegas Syaikh Muhanna, ulama dunia juga telah menjelaskan bahwa sebuah masyarakat yang ada adalah akumulasi dari individu-individu.

Sebelumnya – saat menyampaikan sambutan – bercerita tentang sejarah berdirinya Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Menurut dia, semula Amanatul Ummah adalah hutan yang akses jalannya sangat sempit.

“Tempatnya anker,” tutur yang merupakan pendiri Amanatul Ummah.

Bahkan. tutur , dalam masyarakat berkembang mitos, siapapun yang menginjak bumi di hutan itu akan mati dalam jangka 3 bulan.

“Tak ada warung (orang jualan makanan), jalannya sangat sempit,” kata menceritakan betapa sulitnya perjuangan merintis pendirian Amanatul Ummah.

Itu terjadi pada 2026. “Tapi 10 tahun kemudian bukan hanya pesantrennya yang berkembang tapi masyarakatnya juga berkembang,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Menurut , itu berkat barakah dari para ulama Al Azhar Mesir. meyakini bahwa para ulama Mesir itu adalah para auliya atau kekasih Allah SWT. “Karena tiap jengkal ardli kinanah (Mesir) ada auliya Allah. Baik yang di permukaan bumi maupun yang di bawah bumi,” kata dalam bahasa Arab.

sangat mengapresiasi acara ICORCS ini. Saat menyampaikan pidato, mengapresiasi konferensi internasional itu terutama karena mengangkat tema yang ia anggap luar biasa: The Contribution of Authority and Knowledge in the construction of Ideal Civilization for Stability of Global Societies. 

“Kegiatan ini sangat spesial karena membedah dua hal penting yaitu riset dan community servcie. Ini agak langka. Karena tak banyak perguruan tinggi yang berkekuatan atau memiliki power untuk membangun riset dan community service secara berseiring. Community service biasanya dilakukan oleh government,” ujar yang tadi malam mengenakan jilbb merah.

Apalagi konferensi ini menghadirkan para tokoh dengan keilmuan tinggi. Terutama dari Mesir dan Irak. Dari Baghdad Irak hadir Dr. Bassem Abdullah Obaid, dosen Imam Al-Aazam University Baghdad Irak.

Rektor UAC Dr KH Mauhibur Rokhman (Gus Mauhib) saat memberikan sambutan selain mengucapkan terimakasih kepada para masyayikh dan undangan juga memuji .

Menurut dia, bukan hanya masuk ketegori pemimpin adil yang jumlahnya sangat sedikit tapi juga punya kepedulian terhadap ilmu.

Bupati Mojokerto terpilih Dr Muhammad Al Barra (Gus Barra) juga menyampaikan sambutan. Ia mengaku bangga karena dengan adanya ICORCS ini Kabupaten Mojokerto menjadi terkenal. Ia menyampaikan sambutan dalam kapasitas sebagai ketua Yayasan Amantul Ummah sekaligus kepala daerah Kabupaten Mojokerto.

Acara konferensi internasional itu dihadiri 1.000 undangan yang terdiri dari para ulama, kiai, tokoh masyarakat, para pimpinan perguruan, pengasuh pesantren dan mahasiswa.

Acara yang dibuka Gubernur Jawa Timur terpilih Indar Parawansa itu berlangsung dua hari. Yaitu Rabu hingga Kamis (30/1/2025). Tapi untuk konferensi tahap kedua bertempat di kampus Universitas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO