4 Ulama Mesir Hadiri Haul Pendiri Yayasan Sekolah Khadijah, Khofifah: Beri Siraman Ilmu Penuh Hikmah

4 Ulama Mesir Hadiri Haul Pendiri Yayasan Sekolah Khadijah, Khofifah: Beri Siraman Ilmu Penuh Hikmah Khofifah bersama 4 ulama dari Mesir saat menghadiri Haul Ke-30 Pendiri Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU Khadijah, KH Abdul Wahab Turcham.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Terdapat 4 ulama Mesir yang juga mursyid thariqah dunia yakni, Syeikh Abdul Aziz Asy Syahawi, Prof Dr Syeikh Muhammad Mehanna, Prof Dr Syeikh Yusri Rusydi, serta Syeikh Muhammad Ahmad Mabrouk Al Hasany secara langsung hadir di Haul Ke-30 Pendiri Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU , KH Abdul Wahab Turcham, Senin (27/1/2025).

Mereka berkesempatan secara khusus untuk memberikan tausiyah, dan berbagi ilmu pada ribuan siswa sekolah yayasan . Para ulama dari Mesir memberikan penjelasan ilmu yang penuh hikmah yang diharapkan menjadi bekal, dan pegangan para siswa-siswi dalam menjalani hidup saat ini hingga masa mendatang.

Prof Dr Syeikh Muhammad Mehanna misalnya, yang menjelaskan pada para siswa tentang keberadaan lima orang yang membentuk Jam'iyyah atau perkumpulan pertama dalam Islam, kelima orang tersebutlah yang mengubah peradaban dunia, dan salah satunya adalah perempuan.

“Kelima sosok tersebut adalah, pertama Rasulullah SAW, kedua Abu Bakar Ashiddiq RA, ketiga binti Khuwailid RA, keempat Ali bin Abi Thalib RA dan yang kelima adalah Bilal bin Rabah,” tuturnya.

Sayyidina Abu Bakar r.a. adalah sahabat terdekat Rasulullah yang dikenal karena keimanan yang kokoh, kepemimpinan yang bijaksana, dan perannya dalam menyatukan umat Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW. Sayyidina Abu Bakar r.a. juga berkontribusi dalam pengumpulan Al-Qur’an.

Sayyidah adalah istri Rasulullah SAW dan orang pertama yang memeluk Islam. Dukungan moral, finansial, dan emosional kepada Rasulullah SAW sangat penting dalam masa-masa awal dakwah Islam. Khadjijah adalah teladan kesetiaan dan pengorbanan.

Sedangkan Sayyidina Ali adalah sepupu sekaligus menantu Rasulullah, yang dikenal karena ilmunya yang mendalam, keberaniannya di medan perang, dan kontribusinya dalam pengembangan hukum Islam. Ali juga memainkan peran penting dalam menjaga persatuan umat di masa yang penuh tantangan.

Kemudian Bilal bin Rabah adalah seorang hamba sahaya yang tidak sedikitpun ragu terhadap kenabian Rasulullah bahkan dengan nyawanya ia rela berkorban untuk memegang teguh keimanannya.

“Kesemuanya adalah orang yang memegang teguh sifat Rasulullah SAW yaitu jujur. Maka pesan saya jadikan orang berilmu yang memegang teguh kejujuran,” kata Syekh Mehanna.

Pesan penuh hikmah juga disampaikan oleh Syeikh Abdul Aziz Asy Syahawi, yang memesankan terkait pentingnya meneladani sifat sifat Rasulullah SAW. Khususnya adalah mengendalikan nafsu dan amarah.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO