Ditanya Heboh Pagar Laut, Aguan Tak Mau Jawab

Ditanya Heboh Pagar Laut, Aguan Tak Mau Jawab Sugianto Kusuma alias Aguan. Foto: Bloomberg

Laporan majalah Tempo menemukan bahwa pagar sepanjang 30,16 kilometer itu beririsan dengan area pengembangan PIK. Di pesisir yang menghadap , Grup Agung Sedayu milik Aguan tengah membangun PIK Tropical Coastland, proyek strategis nasional (PSN) yang ditetapkan pemerintahan Joko Widodo pada Maret 2024. PIK Tropical Coastland merupakan perluasan dari PIK 2.

Aguan sempat membuka kaca jendela mobil patwal ketika wartawan Tempo mengikutinya dari samping sambil melontarkan pertanyaan. Namun ia tak menjawab pertanyaan hingga polisi memberikan arahan agar kaca jendela ditutup kembali. Mobil patwal itu pun melenggang di tengah kerumunan.

Pada acara yang juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian itu, Aguan sempat menyampaikan sejumlah komitmen soal bantuan perumahan dari yayasan yang ia kelola. Aguan menyatakan komitmennya untuk membayar sewa rumah yang perlu digunakan para keluarga selama rumah milik mereka direnovasi.

"Saya rasa karena areanya sempit jadi tiga bulan (renovasi) tidak cukup. Maksimal enam bulan. Tapi tetap kami sewain rumahnya," kata Aguan.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pihak Aguan mengenai keterlibatannya dalam kasus pemagaran laut. Kuasa hukum Agung Sedayu Group, Muannas Alaidid, menolak permintaan wawancara majalah Tempo saat dihubungi pada Kamis, 16 Januari 2025, perihal pemagaran laut dan evaluasi PSN.

Namun pada Ahad, 12 Januari 2025, Muannas membantah bila kliennya disebut sebagai dalang pemagaran laut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO