Dr. KH. Ahmad Musta'in Syafi'ie.
Oleh: Dr. KH. Ahmad Musta'in Syafi'ie
Rubrik Tafsir Al-Quran Aktual ini diasuh oleh pakar tafsir Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i, Mudir Madrasatul Qur'an Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Kiai Musta'in selain dikenal sebagai mufassir mumpuni juga Ulama Hafidz (hafal al-Quran 30 juz). Kiai yang selalu berpenampilan santai ini juga Ketua Dewan Masyayikh Pesantren Tebuireng.
Tafsir ini ditulis secara khusus untuk pembaca HARIAN BANGSA, surat kabar yang berkantor pusat di Jl Cipta Menanggal I nomor 35 Surabaya. Tafsir ini terbit tiap hari, kecuali Ahad. Kali ini Kiai Musta’in menafsiri Surat Al-Anbiya': 41-43. Selamat mengaji serial tafsir yang banyak diminati pembaca.
81. Wa lisulaimānar-rīḥa ‘āṣifatan tajrī bi'amrihī ilal-arḍil-latī bāraknā fīhā, wa kunnā bikulli syai'in ‘ālimīn(a).
(Kami menundukkan) pula untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.
82. Wa minasy-syayāṭīna may yagūṣūna lahū wa ya‘malūna ‘amalan dūna żālik(a), wa kunnā lahum ḥāfiẓīn(a).
(Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain itu. Kamilah yang memelihara mereka itu.
TAFSIR AKTUAL
“Wa ya’malun amala dun dzalik”. Di samping jin penyelam, ada juga kawanan jin yang bertugas di bidang lain. Dalam menafsir tesis ini, para mufassir umumnya merujuk ayat 13, al-Saba’, “Ya’malunah ma yasya’ min maharib wa jifan ka al-jawab wa qudur rasiyat...”.
Bahwa, di antara para jin itu ada yang berkeahlian arstektur, jin arsitek yang ditugaskan membuat mihrab (maharib), bangunan berbentuk kayak pengimaman di masjid atau bentuk lengkung yang melambangkan kebesaran waktu itu. Ada juga yang punya keahlian memahat, jin pengrajin yang ditugasi membuat patung atau arca-arca (tamatsil).
Dan ada pula kawanan jin yang ahli membuat perkakas rumah tangga, alat-alat dapur dan piranti memasak. Jifan ka al-jawab, wajan yang ukurannya sebesar empang.
Kata “jawab” adalah bentuk jamak dari mufrad “jabiyah”, kubangan air, tambak, dsb. Tidak usah dibayangkan, untuk apa wajan sebesar itu.
Pertama, kira-kira menunjukkan saking banyaknya makanan yang perlu dihidangkan kepada banyak makhluk yang menjadi ramutan, yang diservis gratis, diberi makan oleh nabi Sulaiman A.S.
Jika wajan itu untuk menggoreng, maka agar memuat banyak bahan yang digoreng sehingga cepat disajikan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




