Kabag Ops Polres Batu, Kompol Anton Widodo bersama Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Heru Yulianto memberikan edukasi terkait penyebaran wabah PMK di kota Batu
Ia menyampaikan bahwa virus PMK dapat menyebar dengan cepat melalui air liur dan udara, sehingga meningkatkan risiko penularan di kalangan peternak sapi.
"Oleh karena itu, kami mengimbau kepada para peternak untuk melakukan pemisahan sapi yang baru datang minimal 14 hari. Hal ini penting untuk meminimalisir kemungkinan penularan," ujarnya. Drh. Utami juga menyarankan peternak untuk rutin melakukan penyemprotan disinfektan, memberikan pakan berkualitas, serta segera melaporkan jika ada ternak yang menunjukkan gejala penyakit.
Sedang Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Heru Yulianto, mengungkapkan fakta mencolok terkait populasi sapi di daerah Kota Batu ada sekitar 11 ribu ekor sapi, dan kasus PMK pertama kali terdeteksi di Kecamatan Bumiaji pada awal Januari 2025.
Sebagai tindakan pencegahan yang lebih lanjut, Dinas Pertanian Kota Batu telah menerima 3.525 dosis vaksin PMK dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
Heru Yulianto menegaskan bahwa vaksinasi telah dimulai secara bertahap untuk melindungi ternak dari ancaman virus ini.
“Vaksinasi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan tambahan bagi sapi-sapi kami dari risiko PMK. Kami akan terus memantau perkembangan dan melakukan upaya lebih lanjut jika diperlukan,” tegasnya.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Dusun Toyomerto, Zakaria, mengapresiasi inisiatif Polres Batu dalam menyelenggarakan Jum’at Curhat ini.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Polres Batu dan Dinas Pertanian. Ini merupakan langkah antisipatif yang sangat baik agar PMK tidak sampai menyebar ke wilayah kami,” ungkapnya. (adi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




