Livery Aprilia RS-GP yang akan menjadi tunggangan Jorge Martin pada MotoGP 2025.
"Jika Aprilia membeli nomor #1 ini, kita akan lihat apakah mereka mampu meneruskannya (menjuadi juara dunia, red)," cetus Tardozzi
Sementara Martin menanggapi enteng pernyataan Tardozzi. "Saya sudah melihat ini (di TV, red) dan saya tertawa," katanya.
Sedangkan CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan pihaknya memberikan kebebasan kepada Martin untuk pemilihan nomor motor.
"Dia (Martin) yang memutuskan. Tidak ada tekanan untuk itu. Fakta bahwa kami memiliki juara dunia sudah menjadi motivasi besar bagi kami. Itu adalah tanggung jawab dan kesempatan," kata Rivola.
Sekadar informasi, sejak era MotoGP dimulai pada tahun 2002, sangat jarang pembalap juara dunia yang menggunakan nomor motor #1.
Mulai dari Valentino Rossi (46), Marc Marquez (93), Joan Mir (36), dan Fabio Quartararo (20), memilih mempertahankan nomor motor mereka selama mempertahankan gelar MotoGP.
Nomor #1 hanya dipakai oleh Nicky Hayden, Casey Stoner, dan terakhir Bagnaia.
Jorge Lorenzo juga sempat menggunakan nomor #1 setelah meraih gelar MotoGP pertamanya pada tahun 2011. Tetapi kemudian kembali memakai nomor #99 usai juara dunia tahun 2013 dan 2016.
Ada yang menyebut nomor #1 adalah kutukan. Barang siapa pembalap juara dunia yang pada tahun berikutnya memakai #1, maka dia tidak akan mampu mempertahankan gelar.
Karena itu, keberhasilan Bagnaia mempertahankan gelar juara dunia menggunakan nomor #1 pada tahun 2023 menjadi pertama kalinya, sejak hal yang sama dilakukan Mick Doohan pada tahun 1998.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




