Nur Hasan saat menunjukkan materi sistem layanan online work permit
Salah satu andalan dari layanan ini adalah fitur yang bisa membantu kelancaran pemantauan prosedur K3 secara real-time. Pihak K3 bisa melakukan laporan pelanggaran langsung dari layanan untuk bisa ditindaklanjuti.
Sedangkan masyarakat umum juga bisa melakukan pengaduan lewat kode batang di sekitar wilayah pekerjaan.
“Dulu orang-orang sering bingung harus mengadu ke mana, sehingga kami menyediakan tempat pengaduan yang lebih mudah diakses,” ungkap Hasan.
Meskipun awalnya sempat mendapat penolakan karena dikhawatirkan menghambat penyelesaian pekerjaan, pendekatan yang dilakukan Hasan dan tim berhasil membuktikan efektivitas sistem tersebut.
Data menunjukkan bahwa ITS mampu menghemat estimasi biaya operasional dan penanganan insiden hingga Rp100 juta, sekaligus mewujudkan zero accident pada tahun 2024.
Inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat untuk kampus dan lingkungan sekitarnya, tetapi juga berhasil meraih prestasi di ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXVIII 2024 yang berlangsung di Bali, awal Desember 2024 lalu. Di ajang tersebut, tim Keep Safety ini berhasil membawa pulang medali emas. (msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




