Wisuda STISA Pamekasan yang digelar di Hotel Odaita. foto: Ist
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Sekolah Tinggi Ilmu Syariah As-Salafiyah (STISA) Pamekasan menggelar wisuda ke-V di Hotel Odaita, Sabtu (21/12/2024). Dari total 51 mahasiswa yang diwisuda, terdiri dari dua program studi (prodi), yakni Hukum Ekonomi Syariah (HES) sebanyak 30 mahasiswa dan Hukum Keluarga Islam (HKI) sebanyak 21 mahasiswa.
Ketua STISA Pamekasan, Dr. Ali Makki mengatakan bahwa mahasiswa yang diwisuda kali ini adalah angkatan Covid-19. Meski demikian, mereka berhasil menuntaskan tri dharma perguruan tinggi yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat.
BACA JUGA:
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
- Jelang Iduladha, PLN ULP Pamekasan Perkuat Jaringan demi Cegah Gangguan Listrik
"Mereka telah bersusah payah, berkeringat serta bersemangat untuk terus belajar meskipun pandemi Covid-19. Pada waktu itu mengikuti perkuliahan daring," ungkapnya.
Ia mengaku bangga kepada para mahasiswa, karena berkat perjuangan mereka, sekarang telah sampai di tahap wisuda.
"Mereka telah merampungkan kegiatan akademik mulai dari pendidikan awal masuk hingga pada saat ini. Semoga ilmu dan pengalaman yang telah dimiliki menjadi ilmu yang barokah dan menebar kemaslahatan," tegasnya.
Lebih lanjut, Ali mengatakan, pengabdian masyarakat di STISA Pamekasan tidak hanya di tingkat lokal, namun sudah tingkat internasional.
"Dan itu akan berlanjut terus dengan negara-negara tetangga khususnya, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Karena sudah ada komunikasi baik dengan kami," terangnya.
"Kami mohon doa agar STISA Pamekasan dapat mengemban amanah dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menebar maslahah lil mamah," imbuhnya.
Sementara Ketua Yayasan As-Salafiyah Sumber Dhuko, KH. Ahmad Mudatsir dalam sambutannya menyebutkan bahwa Kesempatan mengenyam kuliah tidak menjamin seseorang untuk menjadi orang kaya. Namun yang dijamin adalah pernah belajar berpikir baik, pernah belajar berpikir jernih, pernah belajar lurus, tidak bercampur aduk dengan logical fallacy atau sesat fikir.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




