Lapangan JTB Bojonegoro Simpan Gas 2 Triliun Kaki Kubik

Lapangan JTB Bojonegoro Simpan Gas 2 Triliun Kaki Kubik Peta lokasi Jambaran Tiung Biru (JTB) di Bojonegoro. Foto: Ilustrasi/net

Sedangkan PT Pupuk Kujang minta harga gas US$7 per MMbtu dengan eskalasi 2% per tahun terhitung sejak gas mulai digunakan. Dalam rapat terdapat opsi eskalasi 2% tetapi terhitung sejak 2012. Sehingga, lanjut dia, untuk menyelesaikan persoalan tersebut, saat ini pembahasan harga gas tersebut masih dalam perundingan di meja Menteri ESDM.

"Persiapan lahan sudah berjalan, tender, peralatan sudah berjalan. Kuncinya pada harga gas yang belum ada kesepakatan. Makanya deadlocknya disini, jika harga gas mahal harga pupuk juga mahal, sehingga memberatkan petani," terangnya.

Diperkirakan, produksi pupuk kujang di Bojonegoro ini mampu menyumbang kebutuhan pupuk di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Produksinya diperkirakan mencapai 1,1 ton per tahun. Dengan produksi tersebut dapat memperkuat produksi pupuk nasional yang saat ini berkapasitas 8,8 juta ton dan yang beroperasi 7,7 juta ton per tahun.

"Sedangkan jumlah produksi sebesar itu (1,1 ton pertahun)hanya membutuhkan gas sebesar 85 mmscfd," terangnya.

Pabrik pupuk kujang akan dibangun di Bojonegoro dengan kebutuhan lahan seluas 50 hektare, dan telah menyiapkan lahan hutan pengganti seluas 200 ha. "Pabriknya dibantu oleh pemerintah, atau tanahnya diperluas kami bekerjasama dengan Perhutani," pungkasnya. (nur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO