Pj Wali Kota Kediri saat berbincang dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Anang Kurniawan. Foto: Ist
Selain itu, lanjut Anang, Disdik Kota Kediri sejak 2021 juga telah memberikan bantuan perangkat pembelajaran berupa laptop/Chromebook secara bertahap kepada sekolah-sekolah, dimana program ini masih terus berlangsung hingga saat ini.
Selain sarana prasarana, peningkatan keterampilan tenaga pendidik juga menjadi prioritas utama. Secara berkala, guru-guru dan operator sekolah di Kota Kediri dibekali pelatihan digital untuk meningkatkan kemampuan mereka sesuai dengan perkembangan teknologi. Bahkan, dalam waktu dekat, tenaga pendidik akan mendapatkan pelatihan penggunaan Artificial intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.
“Digitalisasi di dunia pendidikan Kota Kediri sudah maju dan berjalan dengan baik. Alhamdulillah, semua ini mendukung Kota Kediri mendapatkan penghargaan ini. Namun, kami tidak akan berhenti di sini. Target kami tahun depan adalah meraih kategori unggul,” urai Anang.
Ia menyebut, penghargaan Anugerah Daerah Pelopor Transformasi Digital untuk Pembelajaran diberikan dalam tiga kategori: unggul, maju, dan berkembang. Tidak semua daerah menerima penghargaan ini, dan keberhasilan Kota Kediri di kategori maju menjadi sorotan nasional. Meski teknologi terus berkembang, ia menegaskan bahwa peran guru tetap menjadi yang utama dalam dunia pendidikan.
“Teknologi hanyalah alat. Sehebat apapun teknologi, tidak bisa mengusap air mata anak-anak, tidak bisa membelai rambut murid-murid sehingga guru tetap menjadi pembimbing dan pendidik utama bagi anak-anak. Oleh karena itu, kami selalu mengutamakan keseimbangan antara digitalisasi dan peran manusia,” paparnya.
Dinas Pendidikan Kota Kediri optimistis bahwa transformasi digital akan terus meningkatkan mutu pendidikan di Kota Kediri, menghadirkan generasi yang unggul, adaptif, dan berkarakter, serta menjadikan Kota Kediri sebagai salah satu pelopor pendidikan berbasis digital di Indonesia. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




