Puluhan Nasabah Laporkan Pimpinan dan Pengurus Koperasi BMT BUS Tuban

Puluhan Nasabah Laporkan Pimpinan dan Pengurus Koperasi BMT BUS Tuban Penasihat hukum nasabah BMT BUS Tuban saat menyampaikan keterangan pada awak media.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan nasabah koperasi Baitul Maal Wat Tamwil Bina Umat Sejahtera (BMT-BUS) cabang melaporkan melaporkan pimpinan dan pengurus koperasi ke polisi, Senin (2/12/2024).

Penasihat hukum nasabah, Wellem Mintarja, mengatakan bahwa untuk sementara ada sekitar 25 nasabah yang melapor atas dugaan pengelapan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang bernilai miliaran rupiah. Disebutkan olehnya, puluhan orang tersebut mungkin bertambah, dan jumlah nasabah koperasi yang mayoritas pedagang Pasar Baru kurang lebih 250 orang.

"Ini korbannya baru sekitar 25 orang yang mayoritas pedagang Pasar Baru . Kemungkinan masih banyak lagi bahkan hingga ratusan korban. Kerugian sementara yang baru tercatat sekitar Rp3,5 Milliar," kata Mintarja sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, korban memiliki tabungan dan deposito di koperasi BMT-BUS, dengan jumlah mulai dari jutaan hingga miliar rupiah. Diketahui, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres pada 28 Juni 2024.

"Kita sudah mengantongi bukti aset yang diduga milik koperasi diatasnamakan pengurus dan pihak lain. Hal ini yang menjadikan pelapor bersama kuasa hukumnya melaporkan TPPU-nya sekaligus," ungkapnya.

Menurut dia, terlapor diduga melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sesuai dengan pasal 374 KUHP dan atau pasal 3, pasal 4, pasal 5, dan pasal 6 UU No.8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU Jo Pasal 55 KUHP.

"Kami berharap Polres bisa secepatnya menangani kasus ini," cetusnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Perahu Penyeberangan Tenggelam di Bengawan Solo, Belasan Warga Dilaporkan Hilang':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO