Dia menuturkan bahwa video tersebut adalah rekaman dirinya saat sedang di Turki pada awal tahun 2024 yang lalu yang kemudian diolah sedemikian rupa dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan AI.
“Pun begitu, saat ini saya bersama dengan Mas Emil masih menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU Jawa Timur,” ujarnya.
Oleh sebab itu, ia mengimbau pada siapapun yang mendapatkan video tersebut untuk tidak menyebarkan kembali karena video itu adalah bentuk hoaks yang tidak benar.
Ia juga meminta semua pihak untuk bijak menggunakan media sosial dan berhati-hati di zaman yang sudah makin canggih dengan teknologi AI.
“Jadi sekali lagi, barangsiapa mendapati video tersebut maka video itu adalah hoax dan mohon untuk tidak disebar ulang. Mari kita bijak menggunakan media sosial dengan menjaga sopan santun dan menggunakannya dengan tanggung jawab,” pungkas Khofifah.(dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




