Ribuan calon saksi Mubarok dari Dapil IV Mojokerto saat mengikuti penggemblengan di Bendunganjati, Jumat (22/11/2024). Foto: mma/bangnsaonline
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, jumlah TPS se-Kabupaten Mojokerto sebanyak 1.618 TPS. Mubarok mengirim 4 saksi ke setiap TPS. Riciannya, dua orang saksi untuk mengawasi suara Gus Barra-dr Rizal, dua orang saksi lainnya untuk mengawasi dan mencatat perolehan suara Khofifah-Emil. Jadi total saksi Gus Barra-Rizal dan Khofifah-Emil sebanyak 6.472 orang saksi.
Sementara Ketua Harian DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur Achmad Rubaie mengingatkan para calon saksi tentang kemungkinan kecurangan yang akan dilakukan pihak lawan.
“Karena itu panjenengan harus berani melawan dan “bertengkar”. Bukan hanya protes. Kalau protes terlalu lunak. Jadi harus berani “bertengkar”. Bertengkar dengan siapa? Bertengkar dengan copet suara di TPS,” kata politisi asal Madura yang beberapa periode menjabat anggota DPR RI dan DPRD Jawa Timur.
Senada dengan Achmad Rubaie, Malik Effendi juga mengingatkan agar para calon saksi Mubarok tidak lengah. Menurut dia, tanda-tanda alam kemenangan Mubarok semakin tampak. Karena itu perlu pengamanan suara secara maksimal agar tidak menjadi korban kecurangan.
“Surat suara tiap TPS selalu ada kelebihan 2,5 % untuk mengantisipasi calon pemilih yang pindah. Karena itu para saksi harus tahu jumlah suara Mubarok yang sudah terdata. Berapa jumlah suara Mubarok di TPS itu. Juga harus tahu jumlah semua suara di TPS,” tegas mantan anggota DPRD Jatim yang familiar dipanggil professor itu sembari menyarankan agar para saksi membawa kertas dan fulpen untuk mencatat.
“Catat semua, jumlah surat suara, sisa surat suara, berapa pemilih yang hadir, suara Mubarok, suara lawan,” kata Wakil Sekretaris PAN Jatim itu sembari mengatakan dirinya sudah mulai mendengar isu rencana kecurangan.
Ia juga minta agar para saksi Mubarok tidak sembarang tanda tangan. Terutama pada blanko kosong yang belum diisi. “Jangan percaya kepada siapapun, walau saudara, keponakan atau teman. Tolak. Bapak-ibu hanya boleh percaya pada diri sendiri,” katanya sembari menegaskan jika melihat kecurangan harus segera lapor ke Bawaslu setempat atau terdekat.
Acara yang diikuti ribuan calon saksi itu diakhiri doa oleh Kiai Asep. Semua peserta mengamini dengan khusuk.
Kiai Asep berdoa dengan Bahasa Indonesia dan kombinasi Bahasa Arab. Salah satu potongan doanya Mubarok menang telak dan warga Mojokerto mendapat anugrah keberkahan dari Allah SWT.
”Amin,” kata ribuan calon saksi serempak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




