Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah saat memberikan sambutan pada puncak peringatan haul KH. M. Sholih Tsani ke-126, FOTO: ist
Selanjutnya tahlil serta mauidhah hasanah yang disampaikan oleh Gus Ghofur Maimun Zubair dari Rembang sebagai puncak peringatan haul di hari kedua.
Acara haul ditutup dengan selawat hadrah yang menghadirkan jemaah Ishari dari Gresik dan Lamongan.
Kiai Mudlofar Usman menyampaikan, haul memiliki makna sangat penting bagi warga Pondok Pesantren Qomaruddin dan masyarakat Gresik pada umumnya.
Selain sebagai penghormatan kepada KH. M. Sholih Tsani, haul juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara warga pesantren, alumni, dan masyarakat.
Haul juga mengingatkan akan pentingnya pendidikan agama dan pengamalan ajaran Islam yang diteruskan oleh generasi berikutnya.
"Memperingati haul KH M Sholih Tsani ada banyak hal yang dapat kita ambil pelajaran, terutama pada perjuangan beliau mulai dari beliau menuntut ilmu sampai mengabdikan ilmunya di Pondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan ini," kata Kiai Mudlofar Usman.
Sebagai informasi bahwa silsilah keluarga KH M Sholih Tsani secara singkat dari jalur ibu merupakan cicit dari Kiai Qomaruddin pemangku pertama Pondok Pesantren Qomaruddin. Dari jalur ayah KH M Sholih Tsani bersambung pada Mbah Sabil Menakanggrung Bojonegoro. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




