Achmad Amir Aslichin saat menjadi pembicara di Radio SS Rabu (20/11/2024).
Menurut Mas iin, Sidoarjo memilik potensi yang sangat besar, dengan ruang dan industri yang begitu banyak.
Ditambah Sidoarjo memiliki Bandara internasional Juanda yang bisa membawa Sidoarjo menjadi etalase dunia.
Di sisi lain, sektor industri dianggap dapat berdampingan dengan warga Sidoarjo. Residensial dan komersialnya pun menurutnya selaras dengan perkembangan hidup masyarakat.
"Sidoarjo disebut lebih homey dengan industri yang begitu besar serta pertumbuhan masyarakat yang mulai padat. Namun, di sisi lain nilai keharmonisan dua hal itu tetap terjaga," tutur politisi muda PKB ini.
Tagline 'Sidoarjo Bangkit dan Bermartabat' sendiri diambil dari banyaknya harapan warga Sidoarjo yang mana mereka memiliki harapan yang tinggi terhadap pembangunan dari berbagai sektor di Sidoarjo.
"Kita punya potensi sendiri, Surabaya juga punya kemampuan dan potensinya sendiri. Makanya tadi saya sampaikan perlu adanya sinergi antara Surabaya dan Sidoarjo," imbuhnya.
Ditegaskan Mas Iin, untuk bisa memperbaiki keadaan Sidoarjo, seorang kepala daerah tidak bisa berpangku tangan dengan stakeholder di bawahnya. Perlu pendekatan dan melibatkan semua kalangan melalui participatory dan turun langsung mendengar keluhan masyarakat.
Selain itu, Mas Iin juga mencatat keluhan dari pendengar yang selalu menjumpai titik kemacetan di kawasan Sidoarjo arah Surabaya.
Mas Iin mengungkapkan, kepadatan kendaraan di sejumlah titik kemacetan turut menjadi perhatiannya.
Pihaknya telah mengkaji proyek strategis nasional dengan pembangunan flyover dan pembebasan lahan.
Untuk jangka panjang, imbuhnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah Surabaya terkait pembangunan dan pengembangan angkutan umum strategis.
"Pemecahan kemacetan adalah dengan memasifkan penggunaan kendaraan umum seperti negara-negara besar lainnya. Kita mesti mendorong pemerintah pusat bagaimana nanti koordinasi antar pemerintah ini dapat direalisasikan dengan pembangunan mungkin dengan adanya KRL yang terpadu," pungkas Mas Iin. (sta/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




