Adhy memastikan, bahwa Pemprov Jatim akan menggandeng ahli gizi untuk melihat dan mengukur kadar dari menu yang akan diberikan kepada siswa didik.
Yang terpenting, Pj. Gubernur Adhy mengharapkan, bahwa program ini memberi dampak luas. Utamanya, berdampak dalam memberdayakan UMKM maupun pengusaha kantin, distributor atau pemasok sehingga semua memperoleh manfaat.
Ke depan, Pj. Gubernur Adhy akan membuat pola pelaksanaan Makan Bergizi bisa bervariasi.
Ada yang makan siang dengan menu menu dari luar sekolah, ada pula menu menu yang dikerjasamakan dengan pihak kantin sekolah hingga pihak sekolah bekerja sama dengan orang tua yang memiliki usaha catering.
"Terpenting menu bergizi bagi siswa sekolah sesuai dengan alokasi anggaran yang ada," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim Aries Agung Paewai mencontohkan, makan bergizi di beberapa daerah menggandeng pengusaha lokal Jatim terutama dalam memenuhi kebutuhan susu.
Ia mencontohkan, di Kota Batu dan Malang yang terdapat peternakan sapi perah bisa dimanfaatkan untuk mensuplai susu guna pemenuhan kepada siswa dalam program Makan Bergizi.
Aries berpesan agar makanan bergizi yang disiapkan di sekolah bisa dimakan di sekolah tidak dibawa pulang.
Harapannya, kandungan gizi dan nutrisi dari makanan bisa tetap di peroleh bagi siswa siswi di sekolah. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




