Gapura kampung Sememi Jaya yang jadi lokasi dugaan penyekapan 12 wanita
Ketua RT setempat di lokasi kejadian Sememi Jaya Gang I mengaku mendengar kabar tersebut. Namun, dirinya menyebut tidak mendapat kabar dari pihak Kecamatan maupun Kelurahan
“Saya ada selentingan (dengar kabar) itu tapi hingga saat ini belum ada kabar dari Kecamatan sama Kelurahan untuk rapat bersama di balai RW. Biasanya bila ada suatu hal di wilayah RT saya, pasti kami diberitahu,” ujarnya, Jumat (15/11/2024).
Kampung Sememi Jaya dulunya terdapat lokalisasi bernama Moroseneng yang sudah eksis sejak tahun 1980an.
Pada tahun 2013 lokalisasi yang terletak di jalan Sememi Jaya gang 1,2 dan 3 sudah ditutup dan dibubarkan.
Namun, setelah sekian lama ditutup, praktik prostitusi masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi di sejumlah rumah bekas wisma.
Bangunan diduga sengaja dibiarkan tampak tidak terawat. Tetapi di dalamnya terdapat belasan kamar yang masih dipakai PSK untuk melayani pria hidung belang.
“Memang tanpa dari depan tidak ada aktivitas, tapi bila di depan rumah itu ada orang laki laki duduk berarti rumah itu menyediakan PSK. Kita kerap melakukan himbauan larangan namun disitu banyak preman preman, ini yang membuat kesulitan pihak warga setempat tuk membersihkan lokasasi,” tutup ketua RT. (rus/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




