Paslon nomer 02 Pilkada 2024 di Jombang, H Warsubi-KH Salmanudin Yazid (Warsubi-Gus Salman).
Peneliti LSI Denny JA, Fadhli Fakhri Fauzan, dalam siaran persnya pada akhir Oktober kemarin menjelaskan, adanya migrasi dukungan merupakan fenomena cukup menarik dalam survei tersebut. Sebab, antara pilihan partai politik tidak serta merta selaras dengan pilihan Pasangan Calon Bupati-Wakil bupatinya.
"Ini memang didasari bahwa masyarakat lebih melihat sosok personal, figur, atau ketokohan dari calon ketimbang siapa partai pengusung dari pasangan calon tersebut," kata Fadhli.
Ia juga mengatakan bahwa mayoritas masyarakat (84,3 persen) memilih calon bupati/wakil bupati terlepas diusung atau tidak dari partai yang disukai, atau bisa jadi ini merupakan indikasi bahwa konsolidasi partai ke akar rumput belum maksimal.
Pilkada Jombang digelar 27 November 2024. Ada dua pasangan calon yang sudah ditetapkan KPU Jombang, yaitu nomor urut 01 Mundjidah Wahab-Sumrambah (MuRah). Pasangan ini diusung PDIP, PPP, Partai Demokrat. Totalnya 20 kursi. Pasangan ini juga didukung partai non-parlemen, Hanura.
Kemudian, paslon nomor urut 02 H Warsubi-KH Salmanudin Yazid (WarSa) yang diusung oleh sejumlah partai. Di antaranya, Gerindra (8 kursi), PKB (12 kursi), Golkar (5 kursi), PKS (3 kursi), serta Nasdem (2 kursi), dengan totalnya 30 kursi.
Sedangkan partai non-parlemen yang memberikan rekomendasi untuk pasangan ini adalah PAN (Partai Amanat Nasional), PSI (Partai Solidaritas Indonesia) dan Partai Gelora. (aan/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




