Layanan PANDAWA
“Saya berharap masyarakat di wilayah Malang Raya dapat memanfaatkan kanal layanan tanpa tatap muka PANDAWA karena akan lebih efektif dan efisien. Terlebih layanan PANDAWA ini gratis ya, jadi masyarakat hanya perlu terhubung internet saja,” ujar Roni.
Ditemui secara terpisah, Dinda Putri Rifanti (22) yang merupakan salah satu peserta JKN segmen kepesertaan anak Pekerja Penerima Upah (PPU) PNS Daerah kelas 1, mengungkapkan apresiasinya atas inovasi yang diinisiasi oleh BPJS Kesehatan tersebut. Dirinya merasakan manfaat nyata PANDAWA saat melakukan pengaktifan kembali status kepesertaan karena berusia lebih dari 21 tahun. Dinda juga mengakui bahwa petunjuk penggunaan PANDAWA sangat jelas, sehingga ia bisa memahami dengan mudah beragam layanan dalam PANDAWA.
“Saat itu status kepesertaan JKN saya non aktif karena usia saya lebih dari 21 tahun, akhirnya saya mendapatkan informasi dari Tiktok kalau pengaktifan kembali kepesertaan JKN bisa melalui Whatsapp . Karena saya sedang menjalani kuliah, akhirnya saya coba ternyata mudah dan cepat, saya hanya perlu menyiapkan file foto Kartu Keluarga (KK), foto surat keterangan aktif kuliah, dan mengisi formulr,” ungkap Dinda.
Dinda mengakui bahwa dirinya sangat terbantu dengan adanya layanan PANDAWA.
Bahkan dirinya cukup melakukan pengaktifan kembali kepesertaan JKN secara online saat berada di rumahnya.
Dinda menghimbau kepada masyarakat untuk turut memanfaatkan layanan PANDAWA dan berharap BPJS Kesehatan bisa konsisten mempertahankan kualitas pelayanan yang diberikan.
"Mudah-mudahan ada semakin banyak lagi inovasi-inovasi yang diciptakan untuk kemudahan layanan, baik layanan administrasi maupun layanan kesehatan di fasilitas kesehatan,” ujar Dinda. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




