Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, saat silaturahmi dengan keluarga besar Majelis Agung GKJW di Balewiyata Kota Malang. Foto: DEVI FITRI AFRIYANTI/BANGSAONLINE
“Di sini sangat kental bagaimana kesejahteraan membangun persaudaraan sejati diantara kehidupan baik internal dan antarumat beragama yang harus diasah dan dikomunikasikan,” tegas Khofifah.
Sebab di Balewiyata yang telah ada sejak tahun 1899 ini, menjadi saksi bagaimana bangunan kerukunan dan persaudaraan di Jatim dirintis dan dibangun.

Tak hanya itu, Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid juga sempat mengajar di Balewiyata. Tepatnya pada tahun 1974 hingga tahun 1981. Gus Dur mengajar tentang persaudaraan sejati, toleransi dan juga moderasi.
“Berseiring dengan silaturahmi hari ini, kami tadi juga sempat melakukan dialog dengan para pendeta. Sangat konstruktif. Salah satunya terkait satu hal yang barangkali selama ini terlewatkan yaitu tentang pemakaman. Bagaimana penyiapan lahan dan perluasan makam untuk umat Kristiani di beberapa daerah yang ternyata butuh perhatian,” kata Khofifah.
“Meski pemakaman ini adalah hal yang ada di bawah kewenangan kabupaten kota, namun kita tidak boleh tutup mata sehingga ke depan penting bagi kita untuk mencari solusi efektif ke depannya,” imbuhnya.
Kemudian yang juga menjadi bahasan di pertemuan ini adalah upaya memerangi penyalahgunaan narkoba. Pihaknya sepakat bahwa masalah ini harus diatasi bersama-sama untuk menjaga kualitas generasi ke depan. Dimana peran pemuka agama sangat berperan dalam pencegahan ini.
“Kemudian juga soal infrastruktur khususnya di selatan Jatim. Sebenarnya JLS dari Sendang Biru ke Pacitan itu sudah selesai. Tapi memang sirip jalannya yang belum. Maka ke depan ini akan kita koordinasikan, sehingga bisa menjadi akses bagi penyejahteraan dan pengembangan wilayah Selingkar Wilis,” pungkas Khofifah. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




