Calon Wali Kota Kediri nomor urut 1, Vinanda Prameswati, bersama para pendekar silat. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
Paguyuban Pendekar Nusantara merupakan wadah dari berbagai perguruan silat yang yang ada di Kota Kediri dan memiliki ribuan anggota. Mereka sepakat dan berikrar mendukung Mbak Vinanda dan Gus Qowim sebagai salah satu ikhtiar untuk tetap melestarikan seni budaya Pencak Dor.
Sementara itu, Vinanda merasa bersyukur dan berterima kasih atas dukungan dari Paguyuban Pendekar Nusantara. Melalui seni budaya Pencak Dor, lulusan Magister Kenotariatan Universitas Airlangga itu bisa mengambil pelajaran hidup tentang semangat kebersamaan dan menjaga sikap sportivitas dalam sebuah kompetisi.
"Acara ini sangat bagus sekali. Saya berharap cara ini bisa terus dilestarikan," katanya.
Pencak Dor merupakan pertandingan silat satu lawan satu yang diiringi oleh alunan musik bedug, jedhor dan dipadukan dengan rebana. Tradisi ini selalu menjadi magnet dan daya tarik bagi para pesilat.
Tak heran, apabila dalam setiap pagelaran pencak dor banyak pesilat yang datang untuk berpatisipasi maupun sebagai penonton. Tradisi ini menjadi ajang latihan tanding antar pesilat dan berlatih para atlet.
Pagelaran ini berawal dari kegelisahan Gus Maksum, cucu dari KH Manaf Abdul Karim, di mana saat itu marak sekali perkelahian antar pelajar di Kediri di era 90-an. Gus Maksum menginisiasi Pencak Dor untuk menjalin silaturahmi sesama pendekar sekaligus menjadi media dakwa bagi para pemuda. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




