Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA di depan Korcam dan Kordes serta relawan Barra-Rizal di Bendunganjati Pacet Mojokerto, Senin (21/10/2024). Foto: bangsaonline
Dalam acara itu Kiai Asep juga menekankan pentingnya Posko Kemenangan Mubarok. Ia mengungkapkan bahwa Mubarok tidak hanya mendirikan Posko di tingkat Kecamatan, tapi di seluruh desa Kabupaten Mojokerto yang jumlahnya 304 desa.
Hanya saja Kiai Asep minta para relawan Mubarok sabar. Karena pendirian Posko itu disertai penyediaan kacang sangrai. Tiap Posko dikasih satu karung kacang sangrai.
“Kacangnya ini yang lambat. Karena tidak digoreng dengan minyak goreng tapi dengan pasir. Kenapa dengan pasir? Agar ibu-ibu tidak kukulen (jerawatan) dan kolestrolnya hilang,” kata Kiai Asep yang disambut tawa emak-emak.
Selain kacang sangrai, tutur Kiai Asep, semua posko Mubarok disiapkan kopi.
“Sehingga Posko itu bisa menjadi tempat musyawarah meningkatkan suara dan menyelesaikan masalah yang ada di desa masing-masing,” kata pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto itu.
Kiai Asep mengaku menyiapkan empat orang saksi di setiap TPS. “Dua orang untuk saksi Barra-Rizal dan dua orang saksi untuk Khofifah-Emil,” kata Kiai Asep.
Pemenangan Barra-Rizal memang satu paket dengan Khofifah-Emil. Karena itu Kiai Asep meneriakkan yel-yel kemenangan Barra-Rizal dan Khofifah-Emil.
Dalam acara itu juga tampil Malik Effendi, mantan anggota DPRD Jatim dan Gus Fahmi, putra KH Chusein Ilyas. Malik Effendi lebih banyak memberikan bimbingan teknis kepada para saksi Mubarok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




