"Menilai sosok Er-Ji manakala dia direferensikan dan direkom oleh seluruh partai politik, maka bagi indeks tingkat pencapaian suksesi dalan pelaksanaan pemerintahan ini baik, karena seluruh partai politik tidak ada yang tidak merekom Er-Ji," tambahnya.
Oleh karena itu, Haji Ipuk mengajak seluruh masyarakat Kota Surabaya yang masuk dalam gabungan partai dan non-partai yang mempunyai kepedulian terhadap kotanya agar segera menentukan pilihannya hanya kepada Eri Cahyadi dan Armuji.
"Maka harusnya menentukan pilihannya untuk memilih Er-Ji yang legalitas sudah diakui oleh seluruh partai politik. Jadi, kotak kosong itu hanya kicauan orang yang tidak mendidik satu sitem demokrasi. Karena kotak kosong itu sama halnya dia tidak bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa kotak kosong itu arahnya mengembalikan hak rakyat yang sejatinya memiliki legalitas atas demokrasi," bebernya.
"Sehingga itu dilemparkan pada suatu keputusan pemerintah, tapi tidak menggunakan haknya untuk menentukan keputusannya dalam menentukan pemimpin Surabaya," tambahnya lagi.
Haji Ipuk pun memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat Surabaya agar menggunakan hak pilihnya untuk menentukan seorang pemimpin dan tidak terpancing terkait kotak kosong.
"Jangan menyerahkan hak pilihnya kepada suatu keputusan yang diatur oleh pemerintah, karena sesungguhnya hak itu untuk menentukan nasib yang diharapkan oleh seluruh warga Kota Surabaya. Tetap pilih Eri-Armuji," tuturnya.
Ketika disinggung oleh para wartawan terkait perkembangan survey Eri dan Armuji sejauh ini seperti apa, Haji Ipuk optimis menjawab elektabilitasnya terus menaik.
"Perkembangan secara spesifik belum begitu tahu, tapi yang pasti Er-Ji terus naik elektabilitasnya yang menuju keterpilihannya. Kenapa itu berani saya katakan, karena antusiasme masyarakat seluruh komponen ini berlomba-lomba menggunakan ritme agenda kampanye yang didesain berbagai macam keinginan masyarakat, untuk menggundang Er-Ji agar selalu tetap hadir di tengah-tengah masyarakat Surabaya," tandasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




