SVP Pengelolaan Pergudangan dan Pelabuhan Petrokimia Gresik, I Gusti Bagus Manacika (tiga dari kanan), saat menerima penghargaan The Best Performer of The Year.
"Dengan sistem ini, setiap proses di gudang kami tercatat dan dipantau dengan ketat, yang tidak hanya berkontribusi pada penghematan biaya, tapi juga meminimalisir risiko kerusakan produk, sehingga kualitas pupuk yang diterima petani terjaga," paparnya.
Disebutkan olehnya, Petrokimia Gresik telah mengimplementasikan Warehouse Maintenance Management System (WMMS), Digital Transport Management System (DTMS), dan Weighbridge Management System (WBMS) sebagai bagian dari Project Improvement.
Inovasi terkini, lanjut Dwi, Customer Centric Excellence (2CE), memungkinkan pengoptimalan operasional gudang melalui perencanaan produksi dan penjualan yang lebih baik, yang dapat diakses dari mana saja.
"Digitalisasi dalam pengelolaan logistik di pabrik membantu Petrokimia Gresik dalam menjamin kelancaran perusahaan menyalurkan pupuk bersubsidi dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional. Inovasi pada rantai pasok yang kami lakukan merupakan upaya perusahaan untuk melindungi konsumen melalui produk yang berdaya saing dan terjamin ketersediaannya di pasaran," pungkasnya.
Ajang ILA 2024, yang diselenggarakan oleh Supply Chain Indonesia, bertujuan untuk memperkuat sistem logistik nasional, yang merupakan kunci penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (hud)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




