Benarkah Makanan Cepat Saji Bisa Meningkatkan Risiko Kanker? Ini Penjelasannya. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kanker merupakan penyakit yang menyebabkan kematian sehingga penyebabnya perlu untuk dihindari. Lantas, apakah makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko kanker?
Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Prof. Dr. dr. Pustika Amalia Wahidiyat Sp.A menjelaskan bahwa makanan cepat saji dan yang melalui proses masak yang tinggi bisa memicu kanker karena kandungan karsinogeniknya.
BACA JUGA:
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
- Polemik Yai Mim dan Sahara, Gus Yusuf Minta Alumni Tebuireng Jaga Adab
Maka dari itu setiap orang sebaiknya membatasi mengonsumsi makanan cepat saji dan beralih ke makanan rumahan atau real food.
"Fast food sendiri itu adalah makanan yang diproses sehingga WHO juga sudah mengatakan bahwa makanan-makanan yang diproses itu cenderung sekali menjadi karsinogenik. Artinya bisa menyebabkan kanker," ujar Prof. Pustika.
Selain makanan cepat saji, dokter spesialis anak dengan sub spesialis hematologi dan onkologi ini mengimbau masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan instan.
Makanan instan juga termasuk makanan pemicu kanker karena mengandung kalori yang tinggi, lemak yang tidak sehat serta gula yang tinggi.
Hal itu juga menyebabkan anak menderita bebagai macam penyakit metabolik seperti obesitas.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




